Perkembangan Emosional Batita: Mengapa Mereka Menangis, Tantrum & Berteriak
Panduan hangat dan berdasarkan medis untuk memahami emosi batita, tantrum, pola menangis, dan sains di balik regulasi emosi dini. Pelajari apa yang normal, apa yang perlu perhatian, dan cara mendukung anak Anda dengan empati dan percaya diri.

Emosi batita (anak bawah tiga tahun) bisa terasa seperti badai dan matahari terbit yang terjadi di hari yang sama. Suatu saat si kecil tertawa begitu keras hingga perutnya berguncang, dan berikutnya, mereka menangis di lantai karena cangkir mereka warnanya salah. Jika Anda pernah bertanya-tanya apakah ini normal, atau apakah Anda sudah melakukan cukup, silakan tarik napas dalam-dalam. Anda tidak sendirian, dan batita Anda tidak rusak. Ini adalah bagian dari perkembangan yang sehat.
Memahami emosi batita menjadi lebih mudah ketika Anda tahu apa yang terjadi di dalam otak mereka yang sedang tumbuh. Antara 12 dan 36 bulan, batita mengalami lonjakan perubahan kognitif, sosial, dan emosional. Pemahaman mereka tentang dunia tumbuh lebih cepat daripada kemampuan mereka untuk berkomunikasi atau mengatur diri sendiri. Kesenjangan ini sering muncul sebagai tangisan, tantrum, sifat manja/lengket, atau frustrasi yang keras.
Jika Anda ingin menjelajahi tonggak fisik dan perkembangan untuk rentang usia ini, Anda dapat membaca panduan terperinci kami: Milestone Batita 12–36 Bulan: Panduan Lengkap Bulan demi Bulan. Ini berpasangan indah dengan gambaran umum perkembangan emosional ini.
Artikel ini ditulis untuk membantu Anda memahami mengapa batita berperilaku seperti ini, apa yang normal, apa yang mungkin perlu perhatian, dan bagaimana mendukung mereka dengan kepercayaan diri yang tenang.
Table of Contents
- Mengapa Emosi Batita Terasa Sangat Intens
- Mengapa Batita Menangis
- Mengapa Batita Tantrum
- Mengapa Batita Berteriak
- Tiga Pilar Perkembangan Emosional Batita
- Bagaimana Orang Tua Dapat Mendukung Emosi Batita
- Kapan Ledakan Emosi Mungkin Membutuhkan Perhatian Ekstra
- Cara Sederhana Membangun Keterampilan Emosional di Rumah
- Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Penafian Medis
- Tentang Penulis
Mengapa Emosi Batita Terasa Sangat Intens
Batita mengalami emosi dengan cara yang murni dan tanpa filter. Mereka merasakan semuanya sepenuhnya. Kebahagiaan memenuhi seluruh tubuh mereka. Frustrasi datang seperti gelombang. Kesedihan menghantam dengan cepat dan pergi dengan cara yang sama.
Para ahli sering menjelaskan bahwa ini terjadi karena bagian otak yang bertanggung jawab atas kontrol emosi masih berkembang. Pusat emosi tumbuh dengan cepat selama masa batita, tetapi area penalaran dan regulasi diri berkembang lebih lambat. Ini berarti batita merasakan emosi yang kuat tanpa kemampuan untuk mengelolanya.
Pemicu emosional umum di usia ini:
- Lapar atau lelah
- Stimulasi berlebihan
- Keinginan untuk mandiri
- Ketidakmampuan untuk mengomunikasikan kebutuhan
- Perubahan mendadak dalam rutinitas
- Merasa tidak aman atau kewalahan
Batita Anda tidak sedang menyusahkan Anda. Mereka sedang mengalami kesulitan. Kehadiran tenang Anda membantu mereka perlahan belajar bagaimana mengatur perasaan mereka.
Mengapa Batita Menangis
Menangis adalah salah satu alat emosional paling awal yang dimiliki batita. Begitulah cara mereka mengomunikasikan ketidaknyamanan, kebingungan, kewalahan, dan kebutuhan yang tidak dapat mereka ungkapkan dengan kata-kata.
Alasan umum batita menangis:
- Frustrasi
- Merasa disalahpahami
- Ketidaknyamanan sensorik
- Perpisahan mendadak dari pengasuh
- Menginginkan kontrol
- Rasa sakit atau penyakit
- Kelelahan
Anak usia dua tahun terutama lebih banyak menangis karena kosakata mereka tidak dapat mengimbangi dunia emosional mereka. Banyak dokter menyarankan agar orang tua memandang tangisan sebagai komunikasi, bukan manipulasi.
Cara merespons: Duduklah di dekatnya. Tawarkan kata-kata sederhana seperti, "Ibu mendengarmu," atau "Ayah ada di sini." Batita Anda belajar keamanan emosional terlebih dahulu, dan regulasi emosi kedua.
Mengapa Batita Tantrum
Tantrum adalah bagian normal dari masa batita. Penelitian menunjukkan bahwa tantrum terjadi karena batita sedang belajar tentang batasan, kemandirian, dan ekspresi emosional. Mereka belum mengerti cara mengendalikan impuls atau menenangkan diri.
Apa arti tantrum sebenarnya
- Otak anak kewalahan
- Mereka tidak dapat memproses situasi
- Mereka merasakan emosi besar tanpa alat
- Mereka kehilangan kendali, bukan mencari kendali
Tantrum umum terjadi antara usia 18 dan 36 bulan. Beberapa batita mungkin mengalami beberapa tantrum singkat dalam sehari. Ini tidak berarti Anda melakukan kesalahan.
Pemicu tantrum
- Diberitahu tidak
- Merasa terburu-buru
- Lapar atau mengantuk
- Menginginkan kemandirian
- Transisi antar aktivitas
- Merasa disalahpahami atau diabaikan
Cara terbaik untuk mendukung batita Anda adalah melalui kehadiran yang tenang. Anda tidak perlu memperbaiki emosinya. Anda hanya perlu menjadi tempat aman mereka.
Mengapa Batita Berteriak
Berteriak bisa mengkhawatirkan, tetapi juga normal. Batita berteriak ketika mereka bersemangat, kewalahan, takut, atau mencari perhatian. Suara mereka adalah salah satu alat terkuat yang mereka miliki untuk membuat diri mereka didengar.
Alasan batita berteriak:
- Kelebihan beban sensorik
- Kejutan atau kegembiraan
- Frustrasi
- Keinginan untuk diperhatikan
- Mencoba mengekspresikan rasa takut
- Menginginkan ruang atau kontrol
Berteriak menjadi lebih umum selama lonjakan pertumbuhan, transisi, atau lompatan emosional. Penenangan dan rutinitas yang dapat diprediksi membantu batita merasa cukup aman untuk mengurangi teriakan seiring waktu.
Tiga Pilar Perkembangan Emosional Batita
Para ahli sering menggambarkan emosi batita melalui tiga area inti. Memahami hal ini dapat membuat interaksi sehari-hari menjadi lebih mudah.
1. Kesadaran Emosional
Batita mulai memahami kegembiraan, kesedihan, ketakutan, kemarahan, dan kebingungan. Mereka mengenali perasaan orang lain tetapi belum tahu cara merespons dengan tepat.
2. Ekspresi Emosional
Karena batita memiliki kosakata terbatas, mereka menggunakan seluruh tubuh mereka untuk mengekspresikan perasaan. Ini termasuk menangis, memukul, menjatuhkan diri ke lantai, atau menempel.
3. Regulasi Emosional
Regulasi berkembang perlahan. Batita tidak dapat menenangkan diri mereka sendiri dengan andal sampai sekitar usia tiga hingga empat tahun. Mereka membutuhkan pendampingan orang dewasa untuk melakukan koregulasi.
Bagaimana Orang Tua Dapat Mendukung Emosi Batita
Batita tidak belajar regulasi emosi melalui hukuman. Mereka belajar melalui koneksi. Semakin Anda tetap tenang, semakin cepat dunia emosional mereka menjadi masuk akal bagi mereka.
Cara mendukung emosi batita:
- Akui perasaan
- Tetap dekat secara fisik
- Gunakan kalimat lembut dan sederhana
- Tawarkan pilihan jika memungkinkan
- Jaga rutinitas agar dapat diprediksi
- Siapkan anak Anda untuk transisi
- Berlatih bernapas bersama
- Contohkan perilaku tenang
Batita meniru nada emosional di sekitar mereka. Ketika Anda mengatur diri sendiri, Anda membantu mereka belajar regulasi.
Kapan Ledakan Emosi Mungkin Membutuhkan Perhatian Ekstra
Sebagian besar ekspresi emosional adalah normal. Namun, para ahli sering menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika Anda melihat:
- Tantrum intens yang sering terjadi dan berlangsung lebih dari 15 hingga 20 menit
- Kontak mata sangat terbatas
- Tidak ada minat pada interaksi sosial
- Sedikit atau tidak ada respons terhadap kenyamanan
- Kemunduran dalam bahasa atau perilaku sosial
- Perilaku menyakiti diri sendiri seperti membenturkan kepala
- Gangguan tidur atau makan yang signifikan terkait dengan emosi
Panduan awal membantu orang tua memahami apakah dukungan tambahan diperlukan.
Cara Sederhana Membangun Keterampilan Emosional di Rumah
Anda tidak memerlukan alat khusus atau rutinitas yang rumit. Momen sehari-hari mengajarkan kecerdasan emosional.
Cobalah ide-ide ini:
- Namai emosi saat bermain
- Baca buku tentang perasaan
- Biarkan batita Anda membantu dalam tugas-tugas kecil
- Batasi waktu layar
- Tawarkan aktivitas sensorik seperti bermain air atau tanah liat
- Gunakan pujian lembut untuk usaha
Batita belajar lebih banyak melalui koneksi daripada koreksi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
T: Apakah tantrum merupakan tanda perilaku buruk? J: Tidak. Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan emosional batita.
T: Haruskah saya mengabaikan tantrum? J: Pengabaian total tidak disarankan. Tetap hadir sambil membiarkan anak melepaskan emosi lebih mendukung.
T: Mengapa batita saya lebih banyak menangis di sekitar saya? J: Anda adalah ruang aman mereka. Mereka melepaskan emosi terbesar mereka di tempat di mana mereka merasa paling terlindungi.
T: Berapa lama fase tantrum berlangsung? J: Bervariasi. Sebagian besar anak meningkatkan kontrol emosi antara usia 3 dan 4 tahun.
Referensi dan Bacaan Lebih Lanjut
- Centers for Disease Control and Prevention: Child Development Facts
- American Academy of Pediatrics: Understanding Behavior
- National Institutes of Health (NIH): Brain and Emotional Development Research
Penafian Medis
Artikel ini memberikan panduan pendidikan umum tentang perkembangan emosional batita. Ini tidak menggantikan saran medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan anak Anda untuk masalah mengenai perilaku atau regulasi emosi.
Tentang Penulis
Abhilasha Mishra menulis tentang perkembangan anak, kesehatan emosional, dan pengasuhan dini. Dia memadukan wawasan medis dengan saran hangat dan praktis untuk mendukung para ibu dalam perjalanan sehari-hari mereka bersama batita.